PSIKOLOGI ISLAMI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (CONTOH KASUS)

Dalam keseharian kita sebagai umat beragama, dan alhamdulillah saya sendiri adalah seorang muslimah. Terkadang dalam satu atau dua hal dalam hidup kita terjadi sesuatu yang di luar nalar dan diluar kekuasaan kita. saya pernah mengalami suatu kejadian yang saya anggap sampai saat ini diluar logika. Pada saat itu saya, kebetulan rumah saya di Cianjur dan saya berkuliah di Jatinangor, waktu itu jam menunjukan pukul kurang lebih 11.30 WIB dan perkuliahan di mulai jam 1 sementara saya masih di Padalarang yang terkenal dengan kemacetannya. Lalu, saya pasrah kepada Allah, saya berdoa seperti ini “Ya Allah, saya yakin kekuasaan-Mu, Bagaimanapun caranya, saya tidak ingin terlambat masuk kuliah” lalu saya tertidur dan saat itu saya memang tidak terlambat. Saya pikir juga aneh karena saya sampai di jatinangor kurang lebih jam 1.

Iklan

PSIKOLOGI ISLAMI

PARADIGMA

  • Model berpikir (mode of thought) atau mode of inquiry tertentu, yang pada gilirannya menghasilkan pengetahuan (mode of knowing) tertentu pula
  • Pandangan mendasar suatu disiplin ilmu tentang apa yg menjadi pokok persoalannya
  • Pandangan mendasar yang menjadi asumsi dasar, sekaligus aturan main dalam suatu disiplin ilmu. Diperoleh dari kesatuan konsensus dalam disiplin ilmu tersebut

PARADIGMA ILMU PSIKOLOGI

  • Sains                           : ilmiah = objektiv dan  rasional
  • Strukturalisme             : kesadaran
  • Fungsionalisme           : kesadaran
  • Psikoanalisis                : ketidaksadaran
  • Behaviorisme               : proses belajar
  • Humanistik                    : emosi
  • Kognitif                         : pikiran
  • Transpersonal              : kesadaran dan ketidaksadaran

PARADIGMA PSIKOLOGI ISLAMI

  • Model berpikir (mode of thought) atau mode of inquiry yang ditaati sedemikian rupa dalam membangun psikologi islami, yang pada gilirannya menghasilkan pengetahuan (mode of knowing) tentang psikologi islami
  • Allah sebagai sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan (q.s. an-nuur (24) : 35)
  • Sumber ilmu pengetahuan ada dua :
    • Ayat verbal (qauliyah: al qur’an & al hadist)
    • Ayat non verbal (kauniyah: alam semesta)

Ontologi (kebenaran)

  • Kebenaran transendental / langit / ilahiyah = tunggal
  • Kebenaran empirik-historik / bumi / insaniyah = plural
  • Kebenaran ilahiyah sbg  wujud bimbingan allah = ayat, isyarat, hudan/petunjuk, rahmat. Sifat kebenarannya : mutlak / absolut
  • Kebenaran insaniyah = penghayatan dan penelitian thd fakta dan data yg bersifat empirik-sensual, empirik-logik, empirik etik, empirik estetik, empirik transendental. Sifat kebenarannya  : probabilistik/ relatif (siap direvisi/up to date)

Q.s al a’raf (7) : 172

  • Dan (ingatlah), ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “bukankah aku ini tuhanmu?” mereka menjawab: “betul (engkau tuban kami), kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan tuhan)”,

PSIKOLOGI ISLAMI SEBAGAI MAZHAB BARU (NASHORI, 2002)

  • Paradigma baru dalam melihat keterkaitan manusia dengan tuhan
  •  Psikoanalisis : tidak percaya tuhan (percaya tuhan = delusi)
  •  Behaviorisme : acuh tak acuh/tak peduli tuhan/non inderawi
  • Humanistik : nilai-nilai kehidupan penting, tapi bukan/berbeda dengan nilai-nilai agama (sekuler)
  • Transpersonal : mempercayai adanya pengalaman puncak berbagai pemeluk agama
  • Menempatkan qolbu sebagai pusat diri manusia (psikologi sebelumnya menempatkan akal sebagai pusat diri manusia)
  • Qolbu dapat mengetahui sesuatu di atas logika akal, berkecenderungan kepada kebenaran, memiliki kekuatan mempengaruhi benda dan peristiwa

PSIKOLOGI ISLAMI SEBAGAI PEMBENTUK PERADABAN BARU

  • Psikologi islami dimaksudkan untuk memahami manusia dari semua dimensinya, yaitu organo-biologi, psiko-edukasi, sosiokultural, dan psiko-spiritual. Ukuran utama untuk memahami manusia adalah aspek psiko-spiritualnya secara khusus yang dapat dilihat dari tingkatan kemampuan untuk membangun hubungan dengan tuhan.
  • Psikologi islami mempunyai potensi untuk menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern, yaitu kemajuan material yang tidak dibarengi dengan peningkatan moral-spiritual.
  • Psikologi islami tidak hanya mendeskripsikan siapa sesungguhnya manusia, tapi juga menunjukkan tugas dan tanggung jawab yang diemban untuk memakmurkan alam dan kehidupan yang telah dikaruniakan Tuhan

 

Sumber:

Nashori, Fuat. 2002. Agenda Psikologi Islami. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Baharuddin. 2004. Paradigma Psikologi Islami. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Taufik, Muhammad Izzuddin. 2006. Panduan Lengkap dan Praktis Psikologi Islam. Jakarta: Gema Insani Press

Kuntowijoyo. 2008. Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: PT. Mizan Pustaka

Nashori, Fuat. 1994. Membangun Paradigma Psikologi islam. Yogyakarta: SIPRESS

STRUKTUR KEPRIBADIAN MANUSIA BERDASAR TEORI PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD

Teori psikoanalisis dikembangkan oleh sigmund freud (1856-1939) pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke 20 di Vienna. Teori psikoanalisis mendukung gagasan bahwa semua perilaku manusia ada penyebabnya dan dapat dijelaskan. Freud yakin bahwa banyak perilaku manusia dimotivasi oleh impuls dan naluri seksual yang direpresi (dikeluarkan dari alam sadar).

Komponen Kepribadian: Id, Ego, Superego

Freud mengonseptualisasi struktur kepribadian dalam tiga komponen: id, ego, dan superego.

Gambar

Id merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan naluri dasar atau bawaan, seperti perilaku mencari kesenangan, agresi dan impuls seksual. Id mencari kesenangan instan, menyebabkan perilaku impulsif dan tidak dipikirkan, dan tidak mematuhi aturan atau konvensi sosial

Superego merupakan bagian sifat individu yang mencerminkan konsep moral dan etis, nilai, serta harapan sosial dan orang tua. Oleh karena itu, maka superego berlawanan dengan id

Ego merupsksn kekuatan pengimbang atau penengah antara id dan superego. Ego dianggap menunjukan perialku dewasa dan adaptif yang memeungkinkan individu berhasil menjalankan fungsinya di dunia.

Analisi Mimpi

Freud yakin bahwa mimpi ndividu mencerminkan lebih dari sekedar alam bawah sadar dan emmeiliki makna yang lebih signifikan (Gabbard, 2000). Analisis mimpi, metode utama yang digunakan dalam psikoanalisis, dilakukan dengan mendiskusikan mimpi klien untuk menemukan makna dan arti yang sebenarnya. Freud yakin bahwa mimpi bermakna karena mimpi mengungkap pikiran dan perasaan alam bawah sadar individu walaupun terkadang makna mimpi tersebut tersembunyi atau simbolik.

Mekanisme Pertahanan Ego

Freud yakin diri atau ego menggunakan mekanisme yang berupaya melindungi diri dan mengatasi dorongan dasar atau pikiran, perasaan, atau peristiwa yang menyakitkan secara emosional. Kebanyakan mekanisme pertahanan berfungsi pada tingkat kesadaran unconscious sehingga individu tidak menyadari apa yang mereka lakukan dan seringkali harus dibantu untuk melihat realitas.

Lima Tahap Perkembangan Psikoseksual

Teori Freud tentang perkembangan masa kanak-kanak berdasarkan keyakinan bahwa energi seksual yang disebut libido, merupakan kekuatan pendorong perilaku manusia. Anak-anak diduga berkembang melalui lima tahap perkembangan psikoseksual: oral (0-18 bulan), anal (18-36 bulan), falik/oedipal (3-5 tahun), latensi (5-11 tahun), dan genital (11-13tahun). Psikopatologi terjadi ketika individu sulit melakukan transisi dari satu tahap ke tahap berikutnya atau ketika individu tetap berada pada tahap tertentu atau kembali ke tahap sebelumnya.

Gambar

Transferens dan Kontertransferens

Freud mengembangkan konsep transferen dan kontertransferens. Transferens terjadi ketika klien memindahkan pada ahli terapi sikap dan perasaan yang klien alami sebelumnya dalam hubungan yang lain (Gabbard, 2000). Pola transferens terjadi secara otomatis dan tidak disadari dalam hubunganterapeutik. Kontertransferens terjadi ketika ahli etrapi memindahkan pada klien sikap atau perasaan dan masa lalunya.

Sumber:

Santrock, John W

             Adolescene Perkembangan Remaja/John W Santrock: alih bahasa, Shinto B. Adelar. Sherly Saragih: editor, Wisnu C. Kristiaji. Yati Sumiharti. – Jakarta: Erlangga. 2003.

Videbeck, Sheila L

             Psychiatric Mental health Nursing Buku Ajar Keperawatan Jiwa/ Sheila L Videbeck: alih bahasa, Renata Komalasari. Alfrina Hany: editor, Ns. Pamilah. Eko karyuni. – jakarta: EGC. 2001